Rabu, 07 Desember 2016

Review Game Abzu


Kali ini saya akan me- review game, Abzu. Abzu adalah game single player yang dibuat oleh developer bernama Giant Squid, dan dipublis oleh 505 Games. Game ini di"otaki" oleh art director dari game Journey. Game ini dirilis pada platform PS4, Xbox One, dan PC.

Plot dan Gameplay


Gameplay di game ini, berfokus pada interaksi dan eksplorasi terhadap objek laut. Mulai dengan mendekati segerombolan ikan agar mengiringi tokoh pada game ini, sampai berenang bersama lumba- lumba. Game ini benar benar sangat disarankan untuk dimainkan menggunakan kontroler. Walaupun bisa dimainkan dengan keyboard dan mouse, namun tetap saja kontrol terbaik dan efektif adalah kontroler untuk game- game seperti ini.

Game ini memiliki plot tentang sebuah mahluk berbentuk mirip manusia yang terbangun di tengah laut. Mahluk yang diposisikan sebagai tokoh utama/ karakter yang kita mainkan ini, harus menjalajahi lautan untuk megetahui asalnya dan apakah dia itu. Bagaimana kisahnya menjelajahi laut? Rintangan apa yang menghadapi? Silahkan mainkan gamenya di-platform yang anda pilih.

Review


Walaupun tidak ada dialog atau teks pada game ini yang menjelaskan tentang plot pada game ini. Namun naratif pada game ini disalurkan dengan baik melalui pengalaman dan perjalanan sang karakter yang terasa cukup dalam dan memiliki pesan moral yang sangat baik. Sebenarnya, pada game ini terdapat "mural" pada beberapa tempat yang mampu memperkaya naratif pada game, namun beberapa bagian terkadang tidak mudah untuk ditarik benang merahnya.

Visualisasi pada game ini sangat memanjakan mata. Bukan hal yang mengejutkan lagi mengingat art director pada game ini juga menangani game "The Journey", yang dikenal dengan stylized art-nya yang mempesona. Didukung dengan efek suara yang baik, game ini benar- benar menampilkan pengalaman menyelam dan penjelajahan laut yang sangat baik.


Segmen- segmen dimana penjelajahan mulai mencapai ke tempat yang sangat sulit dilakukan oleh manusia di dunia nyata, menjadi hal yang sangat menarik bagi kami. Daerah laut dalam sangat gelap, mengingat sinar matahari tidak dapat mencapai tempat tersebut, dan lainnya. Tidak hanya setting tempat, organisme dan ekosistem juga ditampilkan dengan cukup akurat. Seperti lumba- lumba pada laut lepas bagian permukaan, hingga paus dan cumi- cumi raksasa di daerah dalamnya.

Pengalaman gameplay juga didukung dengan sistem kontrol yang baik. Walaupun sangat dianjurkan menggunakan kontroler, penggunaan keyboard dan mouse tidak terasa buruk, dan mudah dikuasai, terutama bagi pemain yang sering menggunakan keyboard dan mouse saat memainkan game mereka.

Sayangnya game ini tidak memiliki konten yang cukup panjang (saya menyelesaikan game ini dalam waktu kurang dari 8 jam), namun tidak begitu masalah mengingat harganya terhitung terjangkau, terutama saat steam sale (saya membeli game ini saat autumn sale, dengan harga kurang dari Rp. 90.000,-).

Sebagai bonus, ini kompilasi klip gameplay kami pada resolusi 1366 x 768 (belum ada budget untuk Full HD monitor, mungkin tahun 2017) pada ultra setting.


Kesimpulan



Abzu adalah game eksplorasi dengan visual yang sangat memukau, naratif yang dalam dengan pesan yang sangat bagus. Sayangnya game ini memiliki naratif yang kurang cocok untuk pemain yang suka naratif dengan teks atau dialog. Dan konten di game ini tidak terlalu panjang membuat game ini terasa sedikit dirasa mahal jika dibeli saat tidak ada diskon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar